Wujudkan Kampus Berdampak, Kemdiktisaintek Guyur Rp123,9 Miliar untuk Riset dan Pengabdian

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), lewat Ditjen Risbang, telah meresmikan penandatanganan kontrak pelaksanaan empat program prioritas bersama perguruan tinggi pada Rabu (10/9).

Program tersebut meliputi: Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), Program Mahasiswa Berdampak, dan dua skema Pengabdian kepada Masyarakat.

Menteri Brian Yuliarto menekankan bahwa komitmen pemerintah adalah memaksimalkan kualitas riset di Indonesia, bahkan dengan pendanaan terbatas, demi menghasilkan penelitian yang sungguh-sungguh berdampak luas.

“Ditjen Risbang telah melakukan formulasi agar riset berkualitas tetap dapat dimaksimalkan meski dengan dukungan dana yang terbatas. Saya berharap capaian yang ada dapat terus dirawat, karena saya yakin banyak penelitian unggul yang bisa kita dorong menuju hilirisasi,” tegas Menteri Brian.

Menurut Dirjen Risbang, Fauzan Adziman, dari total anggaran, Rp45,4 miliar dialokasikan untuk membiayai 82 proposal Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB). Di sektor pengembangan sumber daya muda, Program Mahasiswa Berdampak kebagian Rp30,1 miliar untuk menopang pelaksanaan 263 proposal kegiatan.

Kucuran dana tidak hanya fokus pada riset. Untuk pengabdian kepada masyarakat, total puluhan miliar rupiah disiapkan. Rinciannya: Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan mengantongi Rp13,7 miliar (untuk 101 proposal dari 67 kampus), sementara Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III mendapatkan alokasi terbesar dengan Rp34,7 miliar untuk membiayai 948 judul proposal dari 434 perguruan tinggi yang siap bergerak di tengah masyarakat.

“Melalui program-program ini, kami berharap riset dan inovasi dapat berkembang secara nyata dan langsung menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Dirjen Fauzan.

Sumber: https://bima.kemdiktisaintek.go.id/news/